Headlines News :
Home » , » Balotelli, Carlos Santana Di dunia nyata

Balotelli, Carlos Santana Di dunia nyata

Written By Ops Channel on Wednesday, November 2, 2011 | 12:00 PM


Saya akan menceritakan sebuah biografi singkat tentang pesepakbola muda asal Italia yang saat ini sedang terkenal bersama klubnya, Manchester City, Mario Balotelli. Dalam tulisan ini, saya tidak akan membahas mengenai kelakuan kontroversial pemain yang dijuluki Super-Mario ini, tapi saya lebih menyoroti mengenai masa lalu Balotelli yang sangat mirip dengan cerita Carlos Santana, salah satu tokoh antagonis dalam anime sepakbola Jepang Captain Tsubasa yang sangat terkenal di Indonesia beberapa tahun lalu.
Dalam anime Captain Tsubasa, diceritakan bahwa Carlos Santana adalah saingan terbesar Tsubasa ketika di Brazil. Santana diceritakan sebagai pemain muda terhebat Brazil, yang popularitasnya di Brazil mungkin seperti Neymar jika di dunia nyata. Saking hebatnya, Santana bahkan dijuluki sebagai Son of God (Putra Dewa). Namun, Santana juga punya julukan lain yaitu Soccer Cyborg karena ia mampu bermain seorang diri melawan 11 pemain dan tidak pernah sekalipun ia merayakan gol-gol yang dicetaknya, seolah-olah ia seperti robot yang tidak kenal lelah & tidak punya emosi atau perasaan. Namun, sikap kontroversial Santana itu berkaitan erat dengan masa lalunya yang kelam. Santana dibuang oleh orang tua kandungnya saat masih bayi di lapangan bola klub lokal, Barra FC. Ia kemudian diasuh oleh suami istri Santana yang menemukannya di lapangan bola dan memberinya nama Carlos, sesuai dengan nama yang tertera pada salib yang ada padanya. Ketika kecil, Santana ditinggal mati oleh kedua orang tua angkatnya akibat kecelakaan, dan ia pun diangkat anak oleh Mr. Barra, pemilik Barra FC. Namun, Mr. Barra ternyata hanya menginginkan bakat sepak bola Santana, sehingga ia memperlakukan Santana dengan keji dengan cara memaksanya berlatih 24 jam sehari tanpa memperbolehkannya sekolah atau bergaul dengan teman2nya. Dengan cara itu, Santana dibentuk menjadi Soccer Cyborg yang tidak peduli apapun kecuali sepak bola. Sampai ketika Santana dikalahkan oleh Tsubasa, ia baru menyadari tentang kenikmatan bermain bola dan berbagi kemenangan bersama tim. Beberapa waktu kemudian, Santana kembali berhadapan dengan Tsubasa, tapi bukan sebagai Soccer Cyborg, melainkan sebagai pemain terbaik kebanggaan Brazil asuhan Roberto Hongo, mantan pelatih Tsubasa.
Kisah Balotelli sangat mirip dengan kisah Carlos Santana. Balotelli dibuang oleh orang tuanya yang merupakan imigran dari Ghana di rumah sakit Palermo. Balotelli yang punya nama asli Mario Barwuah, kemudian dibesarkan oleh keluarga Balotelli. Balotelli kemudian tumbuh menjadi pemain remaja handal di Inter Milan. Namun, karena terlahir sebagai orang Negro Ghana di komunitas Italia yang mayoritas kulit putih, Balotelli sering mendapat perlakuan rasis. Apalagi setelah diketahui bahwa ia hanya anak angkat di keluarganya. Balotelli kemudian melampiaskan emosinya tersebut di sepak bola dengan bertindak kontroversial dan tidak pernah merayakan golnya, serta seringkali bermain individual. Namun, pelatih Inter saat itu, Roberto Mancini, melihat potensi Balotelli dan memahami perilaku kontroversialnya. Mancini kemudian mengorbitkan Balotelli ke tim utama Inter sambil tetap membimbingnya. Balotelli seolah menemukan sosok ayah yang bijak dalam diri Mancini yang mau mempercayainya 100% tanpa memperdulikan sikap dan warna kulitnya. Namun, Mancini kemudian dipecat oleh Inter dan diganti Jose Mourinho. Balotelli seolah kehilangan sosok ayah, terlebih Mou tidak seperti Mancini dan cenderung mengutamakan pemain-pemain senior yang sarat pengalaman. Balotelli kembali berulah, hingga akhirnya Inter sepakat menjualnya ke Manchester City yang dilatih oleh Mancini. Di City, Balotelli awalnya masih bersikap bandel dan emosional, namun Mancini perlahan membimbingnya kembali hingga sedikit demi sedikit, Balotelli dapat mengubah sikapnya. Namun, masih saja banyak orang yang meragukan perubahan sikapnya dan terus-menerus memberitakan berita2 negatif tentangnya, hingga terakhir diberitakan, Balotelli membakar rumahnya sendiri dengan kembang api. Tidak tahan dengan pemberitaan2 negatif tersebut, Balotelli akhirnya menunjukkan perasaannya. Setelah mencetak gol pertama ke gawang Manchester United dalam derby Manchester beberapa waktu lalu, Balotelli merayakannnya dengan membuka kostumnya dan memperlihatkan kaos dalamnya yang bertuliskan “Why Always Me?”. Tulisan itu mengejutkan banyak pihak, selain karena untuk pertama kalinya Balotelli merayakan gol, tulisan itu juga seolah-olah menggambarkan isi hati Balotelli yang merasa mengapa selalu ia yang disalahkan dan dinilai negatif, meskipun ia sudah berusaha untuk mengubah sikapnya.
Mario Balotelli dan Carlos Santana memiliki kemiripan selain sikap keduanya yang kontroversial, skill keduanya yang sangat fantastis meskipun masih belia, keduanya juga punya masa lalu yang kelam karena dibuang oleh orang tua kandungnya, serta keduanya menemukan sosok ayah pada pelatihnya masing2 yang uniknya sama-sama bernama Roberto yaitu Roberto Hongo dan Roberto Mancini. Dari kisah keduanya, kita juga dapat memetik hikmah bahwa nasib manusia itu hanya Tuhan yang tahu, sehingga tidak ada yang namanya anak haram atau anak yang tidak diharapkan karena setiap anak yang lahir ke dunia adalah anugerah Tuhan dan masa depan mereka belum tentu sekelam masa lalu mereka atau orang tua kandung mereka. Mungkin saja Balotelli beberapa tahun lagi bisa menjadi pemain terbaik dunia, seperti halnya Carlos Santana di Captain Tsubasa.
Semoga kita juga dapat membangun masa depan yang cerah bagi diri sendiri, keluarga, agama, bangsa dan Negara, terlebih pada sepak bola negeri ini yang selalu dilanda masalah, tanpa perlu memperdulikan masa lalu kita masing-masing, seperti halnya Balotelli dan Santana yang mampu mengubah nasib mereka.

Share this article :

1 comment:

Silahkan di komentari...

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Nanggroe Corner - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template